Gerakan Cinta Bumi, Kabar Kincir Ulin, Kegiatan Perpucil, Perpucil Kincir Ulin

Hari Literasi Internasional 2019

Assalamu’alaikum…

Apa kabar Sahabat Kincir semua?
Ada yang tahu kemarin hari apa?

Yak! Betul! Kemarin adalah hari Minggu. Akan tetapi, hari Minggu kemarin itu sangat istimewa! Kok begitu? Iya dong, tepat hari Minggu kemarin, tanggal 8 September, kita memperingati #HariLiterasiInternasional (#InternationalLiteracyDay).

Tahun 2019 ini, #UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization)─organisasi dunia yang bergerak dalam bidang pendidikan, sains dan kebudayaan─mengusung tema “Literacy and Multilingualism”. Artinya, fokus tahun ini adalah mengenai pengembangan literasi dan multi-bahasa.

Wah, sebenarnya kalau di Indonesia, kita sudah akrab dengan multi-bahasa, ya. Selain bahasa Indonesia, sebagai bahasa pemersatu bangsa, ada ribuan bahasa daerah juga, kan… Hehehehe…

Akan tetapi, seiring dengan memahami serta menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, kita juga perlu mengenal dan menguasai bahasa asing juga, dong.

Hmm… Sesungguhnya, mempelajari bahasa itu sangat menarik karena kita juga belajar tentang kebudayaan serta adat dari daerah sumber bahasa yang kita pelajari tersebut. Contohnya, saat kita belajar Bahasa Inggris, kita juga dapat mengenal kebiasaan di negara asalnya.

Oh, iya, Sahabat Kincir…

Hari Jumat (6 September 2019) kemarin, kakak-kakak #perpucil #kincirulin berkunjung ke Perpustakaan Umum Kota Depok.
Di sana, kami berbagi cerita dengan ibu Nur Indrawati Pary, Pustakawan Ahli dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota #Depok. Sangat menyenangkan!!!

Ibu Indra─begitu, kami menyapanya─berbagi cerita tentang #literasi anak bersama kami. Menurut beliau, pengembangan literasi anak bukan hanya sekadar mengenal huruf atau dapat membaca saja, melainkan lebih dari itu.

Wah, setuju banget!!
Ruang lingkup pemahaman literasi sangat luas, lho.
Selain membaca, literasi juga mencakup hal-hal, seperti: pemahaman isi bacaan, menceritakan kembali, merangkum atau menuliskan kembali, serta membuahkan ide baru bahkan, dapat mencapai suatu pemecahan masalah atau membuat solusi.

Yang paling penting, kita perlu memfasilitasi anak melalui kegiatan bermakna dan menyenangkan sesuai kebutuhannya agar kemampuan literasi anak dapat berkembang sesuai dengan usianya.

Nah, bagaimanakah caranya untuk mengembangkan literasi anak?

Pertama, yuk kita kenalan dengan buku cerita anak sejak usia dini. Pilih buku dengan cerita bergambar dan bahan/material yang tepat sesuai dengan usia anak. Kemampuan literasi anak akan banyak berkembang ketika kita #MembacaNyaring untuknya.

Kedua, mendongeng!
Mendongeng adalah hal paling sederhana dalam mengembangkan kemampuan literasi anak. Kelebihannya, mendongeng dapat dilakukan dengan berbagai media, bahkan yang paling sederhana: menggunakan gerak tubuh dengan olah suara yang menarik bagi anak. Selain itu, mendongeng dapat dilakukan hampir dimanapun dan kapanpun.

Ketiga, Jalan-jalan, dong! Hehehehe…
Saat dalam perjalanan (misalkan, saat berangkat sekolah atau pulang sekolah, saat di bus, di kereta, atau saat jalan kaki), kita bisa mengamati apapun!
Dalam kesempatan itu, kita bisa membahas sesuatu yang dilihat. Hal tersebut tentu dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan litarasi anak.

Oke, begitulah obrolan kami dengan Pustakawan Ahli Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Depok.

Semoga semua pihak yang dimulai dari keluarga, komunitas, masyarakat, dan pemerintah dapat bersinergi memberikan fasilitas bagi seluruh anak Indonesia dalam mengembangkan kemampuan literasi mereka.

Salam Kincir 🌿

salamliterasi #perpustakaananak #tamanbacamasyarakat #depok #depokmembaca #pejuangliterasi #maribaca #anakusiadini #PAUD